Archive for the 'Spirit' Category

Aku Tentang Aku…

• Sangat takut dengan ulat, trauma masa kecil
• Tidak doyan daging sapi dan kambing
• Suka sekali membaca buku dan majalah apa saja yang bikin ilmu dan wawasan jadi bertambah
• Kadang suka menyendiri, merenung dan berfikir tentang sesuatu. Huff…akhirnya nangis juga sih…
• Suka sekali mengumpulkan tas plastik (kresek) belanjaan, bukan untuk koleksi lho. Tapi, sekedar untuk jaga-jaga siapa tahu ibuku butuh untuk tempat/bungkus sesuatu.
• Kalau belajar huruf kanji sampai larut, waktu kuliah. Walo huruf itu begitu sulit tapi tetap aja belajar dan harus hafal. Malu ah, kalo ga bisa baca…sekarang mah udah bisa
• Suka banget dengan lagu 11 Januari nya Gigi, You know, that song is so me…(lagu itu aku bangetz)
• Takut naik lift ato permainan ekstrim yang memacu adrenalin, kecuali memang harus pake lift
• Lebih bisa berbahasa Inggris dari pada berbahasa Jepang. Secara, belajar bahasa Inggris sejak dulu he..he.. Lanjutkan membaca ‘Aku Tentang Aku…’

Iklan

Myself : Unextended Version (Chapter 2)

Setiap bulan Februari, menjelang Ramadhan dan akhir Ramadhan aku selalu datang ke makam ibuku. Di bulan Februari itu ibuku, Lasmi Yusuf menghembuskan nafas terakhir kalinya. Sekiranya dia begitu cantik waktu itu. Meninggalkanku merah, dan tanpa disusuinya lagi. Kadang terlalu dilematis untuk diceritakan. Huff..
Aku tidak akan pernah lelah dengan hidupku. Aku akan tetap FIGHT and SURVIVE untuk hidupku sekarang dan nanti. Huff…No Way For Tired.
Kuparkir sepedaku di pelataran parkir pemakaman Kristen Immanuel di tempat tinggalku. Sejatinya itu hanya untuk makam orang-orang Kristen, tapi entah mengapa orang-orang Katolik pun juga dimakamkan di situ, termasuk ibuku. Kulepaskan alas kakiku menuju pusara ibuku. Ada di sebelah agak ujung sana. Tertutup dengan makam seorang Romo yang cukup besar.
“Ohh..Ibu, aku begitu rindu denganmu”, kesahku dalam hati. Aku berdoa dengan caraku sendiri. Cara yang ibuku sendiri dulu mungkin belum pernah mengenalnya. Di bulan Februari terakhir ini, aku bebarengan dengan beberapa orang yang datang ke makam itu dengan maksud seperti aku, berziarah. Hanya aku yang memakai jilbab di sana, hanya aku yang melepas alas kaki. Mungkin dalam hati mereka “kenapa aku ini ada di sana?”. Lanjutkan membaca ‘Myself : Unextended Version (Chapter 2)’

Myself : Unextended Version (Chapter 1)

Maria Yusuf, begitulah nama yang seharusnya orang memanggilku. Bukan karena aku tidak bangga dengan namaku yang sekarang ini. Tapi…

****

Aku lahir dari seorang perempuan katolik bernama Lasmi Yusuf. Dan, ayahku adalah Wongso Yusuf. Ibuku meninggal saat aku masih merah. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya bapakku pergi merantau ke Negeri Singa atas ajakan teman segerejanya. Dan aku diasuh oleh orang tuaku yang sekarang ini (Tn dan Ny Sahid) yang juga merupakan sahabat bapak dan ibuku.

Walau aku dan bapakku jarang sekali bertemu, aku sangat menyayanginya. Dia tinggal di sana dan telah menikah dengan wanita sana keturunan Tionghoa. Dan mempunyai seorang anak yang lucu sekaligus adik tiriku, Suzainne Yusuf.

Sejak lulus SMA, ayahku sudah berulang kali membujukku untuk melanjutkan pendidikan di sana. Bapakku berfikir kualitas pendidikan dan kehidupan di sana jauh lebih baik dari pada di Jawa (Indonesia). Tapi, aku tetap bersikukuh untuk tinggal dan bersekolah di Indonesia. Aku masih berfikiran kalau aku akan lebih cocok untuk tinggal di Indonesia. Lanjutkan membaca ‘Myself : Unextended Version (Chapter 1)’

MeNgeLOla KetiDakSEmpuRnaAN

       Apalagi yang tersisa dari ketampanan setelah dibagi habis oleh nabi Yusuf dan nabi Muhammad. Apalagi yang tersisa dari kecantikan setelah dibagi habis oleh Sarah, istri nabi Ibrahim dan Khadijah, istri nabi Muhammad. Apalagi yang tersisa dari pesona kebajikanan hati setelah dibagi habis oleh Utsman Bin Affan. Dan apalagi yang tersisa dari kehalusan budi setelah dibagi habis oleh Aisyah.

         Kita hanya berbagi sedikit yang tersisa dari pesona jiwa dan raga yang telah direguk habis oleh para nabi dan orang-orang saleh terdahulu. No body is perfect. Begitulah istilah yang cukup bisa mewakili bagaimana manusia begitu tidak sempurna. Begitu juga diriku, seorang perempuan yang tidak begitu smart, tidak cantik, tidak juga kaya, dan tidak juga..tidak juga yang lainnya. (syukron pada Allah Swt yang telah memberiku nikmat yang tiada tara kepadaku selama ini). Lanjutkan membaca ‘MeNgeLOla KetiDakSEmpuRnaAN’

Belajar lughotul arrobiya (bahasa arab) Via Film Ayat-Ayat cinta Yuk!!

 images-2.jpg

Tidak melulu kita menyikapi film ayat-ayat cinta dari segi alur ceritanya saja, especially poligamizm. Masih ada hal yang kita bisa pelajari dari film yang telah mendatangkan banyak decak kagum dari berbagai kalangan tersebut.

Yupp…bahasa Arab. Film yang banyak mengambil lokasi syuting di India dan Mesir itu memang banyak menggunakan bahasa Arab di beberapa percakapan (kata-kata) di dalamnya. Seperti:

Kaifa haluka   : bagaimana kabarmu?(untuk menyapa pria)

Kaifa haluki    : bagaimana kabarmu?(untuk menyapa wanita)

Alhamdulillah bi khoiir wa afiyat : kabarku baik-baik dan sehat-sehat saja

Ahlan wa sahlan      : selamat datang

Na’am                    : ya

Laa                        : tidak

Intadhir su’alan ya Mama    : tunggu sebentar Bu

Haadzihil fitnah                  : itu fitnah (itu bohong)

Indunisy                            : orang Indonesia

Uriidu an adzhaba ilaa… : aku ingin pergi ke …(suatu tempat)

Ta’aruf                         : perkenalan (melamar)

Dll Lanjutkan membaca ‘Belajar lughotul arrobiya (bahasa arab) Via Film Ayat-Ayat cinta Yuk!!’

Siapkah Kamu Untuk Berpoligami? Maukah Kamu Dipoligami?

images-1.jpg

Pak Haidhar* : “Bu Siti, pripun njenengan siap dipoligami ta?”

Bu Siti* : “aku sih siap-siap aja, tapi bojoku sing gak mau moligami aku. Ha..ha..

Akafuji* : ?!@#$%^&?’’]’…

*bukan nama sebenarnya

 

Aku yang mendengar percakapan itu hanya tercengang saja, dalam hati aku tertawa melihat canda-tawa teman-teman seprofesiku itu.

Semua orang tahu kalau madu itu manis dan bermanfaat. Karena itu orang-orang sangat menyukainya. Tapi lain lagi kalau dimadu. Ini akan jadi pil pahit dan menakutkan bagi kaum wanita kebanyakan. Walaupun ada beberapa di antara mereka yang dengan ikhlas rela berbagi suami. Dalam suatu hadist diriwayatkan seorang wanita yang ikhlas untuk dipoligami (dimadu), selangkah lebih dekat mencium bau syurga. Namun begitu, ini tidak semudah yang dibayangkan. Lanjutkan membaca ‘Siapkah Kamu Untuk Berpoligami? Maukah Kamu Dipoligami?’

~ Sunan Giri ~

“Lir-ilir tandure wis sumilir

Sing ijo royo-royo, tak sengguh kemanten anyar

Cah angon-cah angon, penekno blimbing kuwi

Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro

Dodotiro-dodotiro kumitir bedah ing pinggir

Dondomono jematono kanggo sebo mengko sore

Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane

Yo sorak ooo sorak horee…”

 

Masih ingat kan, syair itu? Ini adalah salah satu dari syair yang diciptakan oleh Sunan Giri dalam rangka mensyiarkan agama Islam. Memang pada zaman kesunanan, metode penyebaran agama rohmatallil ‘alamin ini cenderung melalui pendekatan budaya dan sastra (akulturasi budaya dan sastra). Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia pada saat itu masih beragama Hindu, Budha, Animisme dan Dinamisme. Lanjutkan membaca ‘~ Sunan Giri ~’


Indonesian Muslim Blogger
Catatan Sawali Tuhusetya

Akafuji Supports In

Gudang karya

Bukan Hitungan Weton

Desember 2017
S S R K J S M
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Pengunjungku

  • 90,385 Click

Klik klik teruuss...

  • Tidak ada