Archive for the 'All About Moslem' Category

MeNgeLOla KetiDakSEmpuRnaAN

       Apalagi yang tersisa dari ketampanan setelah dibagi habis oleh nabi Yusuf dan nabi Muhammad. Apalagi yang tersisa dari kecantikan setelah dibagi habis oleh Sarah, istri nabi Ibrahim dan Khadijah, istri nabi Muhammad. Apalagi yang tersisa dari pesona kebajikanan hati setelah dibagi habis oleh Utsman Bin Affan. Dan apalagi yang tersisa dari kehalusan budi setelah dibagi habis oleh Aisyah.

         Kita hanya berbagi sedikit yang tersisa dari pesona jiwa dan raga yang telah direguk habis oleh para nabi dan orang-orang saleh terdahulu. No body is perfect. Begitulah istilah yang cukup bisa mewakili bagaimana manusia begitu tidak sempurna. Begitu juga diriku, seorang perempuan yang tidak begitu smart, tidak cantik, tidak juga kaya, dan tidak juga..tidak juga yang lainnya. (syukron pada Allah Swt yang telah memberiku nikmat yang tiada tara kepadaku selama ini). Lanjutkan membaca ‘MeNgeLOla KetiDakSEmpuRnaAN’

Iklan

“Apakah Kamu Percaya Jodoh, Fahri?” “Ya, Setiap Orang Punya Jodohnya Masing-Masing”

Demam Ayat-Ayat Cinta memang masih memanas, tapi ini tentunya tidak sepanas pada awal-awal perdananya kan?. Dari sekian banyak percakapan yang ada di film tersebut ada beberapa yang kusukai. Salah satunya yang menjadi title tulisanku kali ini.

Memang benar jawaban Fahri atas pertanyaan Maria saat mereka bertemu di tepi sungai Nil. “semua orang punya jodohnya masing-masing”. Tentunya jodoh ini akan datang pada siapapun dia. Cantikkah dia? Tampankah dia? Kayakah dia? Smart kah dia? Mobile kah dia? Miskinkah dia? Jelekkah dia? Dari kota kah dia? Dari desa kah dia? Dari kota manakah dia berasal? Sungguh itu semua tidak akan menjadi kriteria bagi Tuhan untuk memberinya seorang jodoh. Lanjutkan membaca ‘“Apakah Kamu Percaya Jodoh, Fahri?” “Ya, Setiap Orang Punya Jodohnya Masing-Masing”’

Belajar lughotul arrobiya (bahasa arab) Via Film Ayat-Ayat cinta Yuk!!

 images-2.jpg

Tidak melulu kita menyikapi film ayat-ayat cinta dari segi alur ceritanya saja, especially poligamizm. Masih ada hal yang kita bisa pelajari dari film yang telah mendatangkan banyak decak kagum dari berbagai kalangan tersebut.

Yupp…bahasa Arab. Film yang banyak mengambil lokasi syuting di India dan Mesir itu memang banyak menggunakan bahasa Arab di beberapa percakapan (kata-kata) di dalamnya. Seperti:

Kaifa haluka   : bagaimana kabarmu?(untuk menyapa pria)

Kaifa haluki    : bagaimana kabarmu?(untuk menyapa wanita)

Alhamdulillah bi khoiir wa afiyat : kabarku baik-baik dan sehat-sehat saja

Ahlan wa sahlan      : selamat datang

Na’am                    : ya

Laa                        : tidak

Intadhir su’alan ya Mama    : tunggu sebentar Bu

Haadzihil fitnah                  : itu fitnah (itu bohong)

Indunisy                            : orang Indonesia

Uriidu an adzhaba ilaa… : aku ingin pergi ke …(suatu tempat)

Ta’aruf                         : perkenalan (melamar)

Dll Lanjutkan membaca ‘Belajar lughotul arrobiya (bahasa arab) Via Film Ayat-Ayat cinta Yuk!!’

Siapkah Kamu Untuk Berpoligami? Maukah Kamu Dipoligami?

images-1.jpg

Pak Haidhar* : “Bu Siti, pripun njenengan siap dipoligami ta?”

Bu Siti* : “aku sih siap-siap aja, tapi bojoku sing gak mau moligami aku. Ha..ha..

Akafuji* : ?!@#$%^&?’’]’…

*bukan nama sebenarnya

 

Aku yang mendengar percakapan itu hanya tercengang saja, dalam hati aku tertawa melihat canda-tawa teman-teman seprofesiku itu.

Semua orang tahu kalau madu itu manis dan bermanfaat. Karena itu orang-orang sangat menyukainya. Tapi lain lagi kalau dimadu. Ini akan jadi pil pahit dan menakutkan bagi kaum wanita kebanyakan. Walaupun ada beberapa di antara mereka yang dengan ikhlas rela berbagi suami. Dalam suatu hadist diriwayatkan seorang wanita yang ikhlas untuk dipoligami (dimadu), selangkah lebih dekat mencium bau syurga. Namun begitu, ini tidak semudah yang dibayangkan. Lanjutkan membaca ‘Siapkah Kamu Untuk Berpoligami? Maukah Kamu Dipoligami?’

~ Sunan Giri ~

“Lir-ilir tandure wis sumilir

Sing ijo royo-royo, tak sengguh kemanten anyar

Cah angon-cah angon, penekno blimbing kuwi

Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro

Dodotiro-dodotiro kumitir bedah ing pinggir

Dondomono jematono kanggo sebo mengko sore

Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane

Yo sorak ooo sorak horee…”

 

Masih ingat kan, syair itu? Ini adalah salah satu dari syair yang diciptakan oleh Sunan Giri dalam rangka mensyiarkan agama Islam. Memang pada zaman kesunanan, metode penyebaran agama rohmatallil ‘alamin ini cenderung melalui pendekatan budaya dan sastra (akulturasi budaya dan sastra). Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia pada saat itu masih beragama Hindu, Budha, Animisme dan Dinamisme. Lanjutkan membaca ‘~ Sunan Giri ~’

Misteri Keampuhan Pedang Damaskus

Oktober 1192. Richard yang Berhati Singa, raja Inggris yang memimpin tentara Kristen dalam Perang Salib III, bertemu dengan musuh bebuyutannya, pemimpin muslim Salahuddin al-Ayyubi. Kedua pemimpin ini saling menghormati. Kedua pemimpin yang kemudian menjadi legenda itu, demikian Sir Walter Scott mendramatisasi dalam novel The Talisman, memamerkan senjata masing-masing. Lanjutkan membaca ‘Misteri Keampuhan Pedang Damaskus’

Kadang, maafkanlah dirimu…

Kadang, maafkanlah dirimu…

Tidak mudah untuk memaafkan diri sendiri, karena kadang kita punya obsesi yang tinggi,cita-cita, harapan, dan keinginan yang luar biasa. Namun harapan itu tidak berujung pada kenyataan yang ada, maka dari itu kita harus tau bagaimana cara untuk memaafkan diri sendiri. karena ini merupakan bagian yang penting dari keseluruhan proses hidup kita. Jika semangat hidup adalah energi yang menimbulkan panas. Maka, memaafkan diri adalah pendingin atas kegagalan yang pernah kita alami sebelumnya. Lanjutkan membaca ‘Kadang, maafkanlah dirimu…’


Indonesian Muslim Blogger
Catatan Sawali Tuhusetya

Akafuji Supports In

Gudang karya

Bukan Hitungan Weton

Desember 2017
S S R K J S M
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Pengunjungku

  • 90,385 Click

Klik klik teruuss...

  • Tidak ada