Letter for You…

Wahai orang yang lembut hatinya…

Telah lama aku mengecap pahit

Kelam oleh penderitaan

Aku tidak ada siapapun

Kecuali ALLAH azza wa jalla di hatiku

Dan (saat itu) kau sungguh datang dengan cahaya

Menyinari hatiku yang tidak berpengharapan

Memberi kasih di saat aku terluka

Menjernihkan fikirku di saat emosiku berkecamuk

Tapi, kini kau telah pergi

Membawa segala cahaya yang kau punyai

Tanpa meninggalkan sedikitpun cahaya di hatiku

Haruku menyertai pergimu

Salam tulusku untukmu…

Dari yang selalu merindukan cahayamu…

13 Responses to “Letter for You…”


  1. 1 Sawali Tuhusetya April 20, 2008 pukul 10:00 am

    wah, suratnya mengharukan banget, bu nisya. kira2 ditujukan buat siapa, yak? *jadi ge-er* dinamika hidup manusia itu memang banyak likunya, bu. *sok tahu* semuanya menjadi rahasia Tuhan agar hamba-hamba-Nya senantiasa ingat kepada-Nya. yakinlah suatu ketika bu nisaya pasti akan menemukan cahaya itu kembali. semangth, bu nisya!

  2. 2 akafuji April 20, 2008 pukul 10:07 am

    @ sawali: i am ok now…god bless me always, whereever i am.

  3. 3 peyek April 20, 2008 pukul 12:06 pm

    ceile….keren… !!!
    jadi ditinggal tanpa pesan? wah… kalo bahasa saya, kurang ajar namanya hehehe…🙂

  4. 4 hafidzi April 20, 2008 pukul 4:07 pm

    siapa ya kira2????? perlu kesabaran yang lebih deh kyknya karun99oni.

    slm knl,

  5. 5 hanggadamai April 20, 2008 pukul 5:12 pm

    Semangat!! jangan bersedih!! senyum,,,,,,,,,🙂

  6. 6 mybenjeng April 21, 2008 pukul 4:04 am

    semoga cahaya itu kau dapatkan kembali…

  7. 7 lovesomatic April 21, 2008 pukul 5:15 am

    love will find the way……🙂

  8. 8 lainsiji April 21, 2008 pukul 9:09 am

    cahaya tak pernah benar-benar hilang seluruhnya mba, selama masih tersisa harapan esok,sebab harapan adalah cahaya yang paling kuat diantara yang lain.

    Kehilangan cahaya? minta saja pada pemilik cahaya,
    cahaya diatas cahaya😉

  9. 9 Nisha April 21, 2008 pukul 3:23 pm

    Memang jadi sedikit ada yang kurang pas ya. Menyadari tiada sesiapapun kecuali Yang Maha Esa tapi saat mendadak kehilangan cahaya (yang tentu saja tidak ada apa-apanya) bisa membuat serapuh itu.

    Betul itu, cahaya diatas cahaya, tak mungkin berhenti bercahaya. Kalo aya cahaya aya mah memang bakalan hilang yes?

  10. 10 uya April 24, 2008 pukul 7:39 am

    mudah-mudahan semua yang ibu cita-citakan tercapai tergantung ikhtiarnya ibu kepada sang pencipta

  11. 12 aliyulwafa Mei 4, 2008 pukul 7:49 am

    allahumma yaa muqollibal quluub, tsabbit quluubana ‘alaa diinik.

  12. 13 Mr. Rie Juni 3, 2008 pukul 2:36 am

    Wahai orang yang lembut hatinya…

    Telah lama aku mengecap pahit

    Kelam oleh penderitaan

    Aku tidak ada siapapun

    Kecuali ALLAH azza wa jalla di hatiku

    Dan (saat itu) kau sungguh datang dengan cahaya

    Menyinari hatiku yang tidak berpengharapan

    Memberi kasih di saat aku terluka

    Menjernihkan fikirku di saat emosiku berkecamuk

    Tapi, kini kau telah pergi

    Membawa segala cahaya yang kau punyai

    Tanpa meninggalkan sedikitpun cahaya di hatiku

    Haruku menyertai pergimu

    Salam tulusku untukmu…

    Dari yang selalu merindukan cahayamu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Indonesian Muslim Blogger
Catatan Sawali Tuhusetya

Akafuji Supports In

Gudang karya

Bukan Hitungan Weton

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Pengunjungku

  • 81,042 Click

Klik klik teruuss...

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: