Myself : Unextended Version (Chapter 1)

Maria Yusuf, begitulah nama yang seharusnya orang memanggilku. Bukan karena aku tidak bangga dengan namaku yang sekarang ini. Tapi…

****

Aku lahir dari seorang perempuan katolik bernama Lasmi Yusuf. Dan, ayahku adalah Wongso Yusuf. Ibuku meninggal saat aku masih merah. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya bapakku pergi merantau ke Negeri Singa atas ajakan teman segerejanya. Dan aku diasuh oleh orang tuaku yang sekarang ini (Tn dan Ny Sahid) yang juga merupakan sahabat bapak dan ibuku.

Walau aku dan bapakku jarang sekali bertemu, aku sangat menyayanginya. Dia tinggal di sana dan telah menikah dengan wanita sana keturunan Tionghoa. Dan mempunyai seorang anak yang lucu sekaligus adik tiriku, Suzainne Yusuf.

Sejak lulus SMA, ayahku sudah berulang kali membujukku untuk melanjutkan pendidikan di sana. Bapakku berfikir kualitas pendidikan dan kehidupan di sana jauh lebih baik dari pada di Jawa (Indonesia). Tapi, aku tetap bersikukuh untuk tinggal dan bersekolah di Indonesia. Aku masih berfikiran kalau aku akan lebih cocok untuk tinggal di Indonesia.

Saat kepulangannya yang terakhir, bapak membawa serta ibu tiriku, Cie Sie San. Aku lebih sering memanggilnya Mom Cie. Dia seorang yang begitu ramah. Dan ia begitu fasih berbahasa Inggris. Saat berkomunikasi degannya, aku lebih sering memakai bahasa Inggris daripada bahasa Melayu.

Dan Suzainne, dia semakin lucu dan besar. Dia sedikit mirip denganku. Tapi, kulit dia lebih putih. Secara, dia ada darah Tionghoa yang mengalir dalam tubuhnya. Kalau aku kan, memang Jawa tulen. He he

Aku dan bapakku memang telah berbeda. Aku menyembah tuhanku, dan bapak menyembah tuhannya. Secara, aku beragama Islam dan bapak beragama Katolik. Kami hampir tidak pernah memperbincangkan soal perbedaan ini. Justru aku yang kian tahu banyak tentang ajaran Katolik dan Kristen plus sekte-sekte Kristen yang lainnya dengan men-down load sana sini buku-buku elektronik dari internet. Kegiatan ini aku lakukan bukan karena inginku untuk mengikuti agama bapakku dan mendiang ibuku. Tapi, aku sekedar ingin tau dan membandingkan dengan ajaran agamaku. Dengan membaca literatur-literatur Katolik dan Kristen dengan segala bantahan-bantahannya, aku semakin percaya dan yakin akan agama yang aku anut dari mulai aku kecil sampai sekarang ini dan sampai selamanya. Amin…

Kadang terbersit dalam benakku kapan ya, Allah akan membuka mata hati bapakku untuk menerima agama Islam sebagai pegangan hidupnya? Jujur aku ingin dia beragama Islam. Walau perasaan ini tidak pernah terungkap setiap kali aku bertemu dengannya. Sungguh aku tidak ingin melukainya.

Bersambung…

10 Responses to “Myself : Unextended Version (Chapter 1)”


  1. 1 peyek April 1, 2008 pukul 1:32 pm

    duduk manis dipojokan, menunggu kelanjutan!🙂🙄

  2. 2 sawali tuhusetya April 1, 2008 pukul 2:09 pm

    wow… sebuah kejujuran hati seorang anak kepada orang tua. mudah2an harapan bu nisya terkabul, amiin. *setia menunggu lanjutannya*

  3. 3 hanggadamai April 1, 2008 pukul 5:29 pm

    keren-keren-keren
    juga ikutan nunggu kelanjutannya

  4. 4 mybenjeng April 2, 2008 pukul 2:58 am

    ooh masih bersambung toh….
    nunggu episode selanjunya juga deh…🙂

  5. 5 lainsiji April 2, 2008 pukul 8:31 am

    udah semangat mbaca, ternyata bersambung
    *soundtrack Gantung -Melly*

  6. 6 bedh April 7, 2008 pukul 6:55 am

    wah kamu pasti berbahagia sekali mempunyai dua keluarga yang sama2 menyayangimu.
    *menunggu kelanjutannya ja deh…*

  7. 7 ridu April 8, 2008 pukul 12:58 am

    hmm… keknya seru deh kelanjutannya.. jadi penasaran nanti bapaknya bisa pindah atau gak yah..

  8. 8 Arif Budiman April 14, 2008 pukul 1:29 am

    Wuih… ampun… Nanti diberitahu ya kalau dilanjutkan…

  9. 9 Mr. Rie April 14, 2008 pukul 6:20 am

    BE RESPECTFUL, TAKE GOOD CARE OF OUR PARENTS
    GIVE THEM ALL OUR LOVE WHILE WE STILL HAVE ENOUGH TIME.

    With my very personal regards, A thousand friends are not enough, but one enemy is too much…..

    belajarlah untuk mencintai… jangan belajar agar dicintai

  10. 10 lepinter April 20, 2008 pukul 12:21 pm

    Semua itu pasti ada jalannya
    Jgn pernah putus asa😀
    Terus Beribadah, Berdo’a, dan jgn lupakan Tahajud
    Jangan pernah melukai hatinya dan
    Janganlah pernah kau berpaling dari Allah SWT
    Ikhtiar, Tawakal, dan Yakinlah bahwa Allah ada dalam setiap langkahmu
    Do’akan terus orangtuamu. Sayangilah mereka berdua walaupun telah tiada
    dan Ingat jgn pernah memaksakan mereka utk masuk ISLAM, karena ISLAM bukanlah agama yg memaksa seseorang untuk mengikutinya.
    Insya Allah, Allah akan memberikan kemudahan. Amiiin…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Indonesian Muslim Blogger
Catatan Sawali Tuhusetya

Akafuji Supports In

Gudang karya

Bukan Hitungan Weton

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Pengunjungku

  • 81,042 Click

Klik klik teruuss...

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: