Semangat Jepang: Sebuah Etos Yang Luar Biasa

Setiap dari kita pasti tahu bagaimana orang Jepang menjalani aktivitas di dunia kerjanya. Sangat sibuk, super sibuk bahkan terkesan workaholik. Bagaimana tidak? Kata zangyou (dalam bahasa Indonesia = lembur) tidak asing lagi bagi mereka. Sepertinya lembur sudah menjadi rutinitas mutlak kaum pekerja kantor di Jepang. Beberapa kaum muda di Jepang lebih suka menghabiskan waktu untuk bekerja, meniti karir mereka atau bahkan dengan alasan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Di Jepang memang dikenal dengan biaya hidup yang mencekik, khususnya di ibu kota Negara, Tokyo.
Selain tuntutan ekonomi yang disebut di atas, ada beberapa hal yang bisa diruntut ke belakang, kenapa orang Jepang pada umumnya sangat bersemangat dalam dunia kerja atau dengan kata lain beretos kerja tinggi.
Dilihat dari topografi negara Jepang sendiri. Negara Jepang sebagai Negara kepulauan dengan keadaan alam yang bisa dikatakan lebih banyak perbukitan daripada dataran rendah, sehingga dalam hal ini mengharuskan orang Jepang pada jaman dahulu untuk memiliki energi ekstra jika ingin berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Belum lagi deretan gunung yang masih aktif yang setiap saat bisa saja bangun dari “tidur pulas” nya dan menimbulkan berbagai macam bencana seperti gempa vulkanik, muntahan lahar dll.
Negara Jepang juga sering sekali dilanda bencana gempa tektonis, dan gelombang tsunami (jadi sebenarnya kata tsunami berasal dari bahasa Jepang yang artinya gelombang laut yang besar/tinggi). Dengan rentetan kejadian alam seperti ini dan keadaan alam yang berbukit-bukit menyebabkan orang Jepang merasa bahwa alam Jepang tidak memanjakannya. Dan orang Jepang berfikir, mereka harus bisa bertahan hidup selaras dengan alam dan menemukan terobosan-terobosan hidup untuk tetap survive hidup di alam Jepang.
Dahulu kala, rumah orang Jepang terbuat dari kayu (bambu) sering rusak akibat seringnya terjadi bencana alam dan mereka membangun dan membangunnya lagi. Dengan berkali-kali terjadi kerusakan ini. Orang Jepang menjadi terbiasa untuk membangun dan terampil dalam menemukan inovasi-inovasi. Dewasa ini, fondasi rumah tahan gempa dikembangkan untuk meminimalkan kerusakan akan bencana gempa yang terjadi sewaktu-waktu.
Filosofi tentang pentingnya kerjasama tim yang solid berakar sejak jaman dahulu dalam hal. Kekuatan teknik orang Jepang didasarkan pada tradisi masyarakat penanam padi akan perlunya memperhatikan secara terus-menerus setiap rincian dan kerjasama tim. Sebuah contoh: di sebuah desa pertanian terdapat 100 kepala keluarga. Kalau satu keluarga petani tersebut membiarkan hama di sawahnya, maka hama tersebut akan berkembang dan pindah ke sawah yang lainnya dan dipastikan 99 kepala keluarga petani tidak bisa memanen hasil bumi mereka dengan maksimal. Dari contoh kasus ini, menunjukkan mengapa petani Jepang cenderung untuk menyingkirkan sifat yang tidak cocok, dengan rencana bersama yang lebih menguntungkan.
Semangat etos kerja orang Jepang yang mengarah pada semangat pengabdian pada lembaga yang menaunginya ataupun perusahaan tempat ia bekerja juga tercermin pada nilai-nilai prinsip bushido para samurai pada masa lalu yang telah menjelma menjadi semangat baru sesuai dengan perkembangan jaman di Jepang.
Orang Jepang dikenal sangat meghargai waktu. Bagi mereka time is money and time is life. Contoh kecil, lihat saja, seperti pada jadwal keberangkatan bis ataupun kereta listrik sangat jarang sekali terjadi keterlambatan, kalaupun terjadi keterlambatan itu hanya seperti sekian menit, sangat bisa ditolelir. Dan keterlambatan seperti itu benar-benar karena alasan teknis yang bisa diterima dan juga bukan menjadi kebisaaan umum.
Patokan waktu yang dipakai pada jadwal kaberangkatan kereta atau bis berpatokan pada jam yang kita punyai lho! Tapi kita harus mengeset ulang jam tangan kita sesuai dengan jam yang ada di stasiun atau terminal tersebut. Hmmm… jadi, dipastikan harus on time atau harus melewatkannya begitu saja karena ketidak-on time-annya kita.
Pola kerja seperti ini bukan tidak mungkin diterapkan perusahaan Jepang di seluruh dunia, seperti halnya Indonesia. Apa kalian-kalian (yang bekerja di bawah naungan bendera Hinomaru_bendera Jepang) merasakan adanya pola kerja seperti itu? Santaikah kalian di dunia kerja seperti itu? Atau sebaliknya? Curhat di bawah ini ya! Douzo_silahkan!

18 Responses to “Semangat Jepang: Sebuah Etos Yang Luar Biasa”


  1. 1 Sawali Tuhusetya Februari 13, 2008 pukul 9:14 am

    dari sisi historis, jepang memang negeri penjajah. 3,5 tahun telah menorehkan sejarah hitam buat bangsa kita. meski demikian, kita juga perlu balajar banyak tetg etos kerja orang jepang seperti yang dipaparkan bu nisya itu. kalo bisa sih, beretos kerja seperti jepang, tetapi tetap tak meninggalkan kultur dan jatidiri sebagai bangsa indonesia. *halah*

  2. 4 wr April 30, 2008 pukul 12:44 am

    ya,begitulah jepang,hidupnya hanya untuk bekerja,bekerja,dan bekerja..

  3. 5 lepinter Mei 2, 2008 pukul 5:06 pm

    PENTING untuk ditiru oleh INDONESIA !!!
    Katanya dah MERDEKA koq masih banyak yg MALES sih…???
    SEMANGAT dunkz, SEMANGAT3x…..!!!!

  4. 6 GG Februari 4, 2009 pukul 10:23 am

    bahasa jepang nya matahari apa ya tolong dung

  5. 8 adam Mei 21, 2009 pukul 6:48 am

    Penting buat self improvement

  6. 9 meditation1234 Juli 4, 2009 pukul 7:08 am

    kita jangan cuma kagum dan manggut-manggut2, tapi juga melaksanakannya.

  7. 11 isna irawan Februari 26, 2010 pukul 10:13 am

    siap laksanakan…..ambil positifnya dari jepang…bangsa kita bisa lebih baik, tapi awali dari diri kita

  8. 12 U-chan April 13, 2010 pukul 9:46 am

    aYyo kita ikuti semangat tinggi yang dimiliki jepang,
    Ganbatte Kudasai!!!

  9. 13 Ignatius Pandu Setyawan Mei 16, 2010 pukul 7:49 am

    Bangsa Jepang sangat maju, maka kita harus menirunya !

  10. 14 asmadi saad November 25, 2010 pukul 3:58 pm

    itu bagus bu. sekarang gimana kita menerapkan pada diri kita dan generasi peenrus bangsa. sekarang mulai muncul kecenderungan di kalanagn anak muda untuk tambah malas kerja keras.

  11. 15 james l. limbong Januari 14, 2011 pukul 6:22 pm

    setelah membaca artikel di atas saya seperti mendapat amunisi baru…!! semangaaaad

  12. 16 itsnen Februari 22, 2011 pukul 5:02 am

    Jepang memang hebat
    Patut kita tiru, tapi yang positif aja.

  13. 17 Zia Juli 29, 2012 pukul 5:01 am

    jepang memang MACAN ASIA, dari semangat nya sudah seperti itu………..salut……………

  14. 18 Amat September 20, 2015 pukul 12:09 pm

    jepang memang maju dlam segi ekonomi nya .. tpi byak yang kosong jiwanya . tdk sedikit dri mreka yng tdak senang mnjalani hidupnya, walaupn kaya…mkanya banyak yng bnuh diri.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Indonesian Muslim Blogger
Catatan Sawali Tuhusetya

Akafuji Supports In

Gudang karya

Bukan Hitungan Weton

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Pengunjungku

  • 81,042 Click

Klik klik teruuss...

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: