BIARLAH HUJAN TURUN DAN MELURUHKAN SEMUA PENATMU

Adalah bijak jika kita menjalani hidup dengan apa adanya, di saat terpaan masalah datang dengan sangat silih berganti. Kadang memang sangat memberatkan, bahkan butuh energi sangat ekstra untuk melaluinya. Tapi memang beginilah hidup…
Dulu sewaktu kanak-kanak tidak berfikir sama sekali what is life and what is life for. Tapi setelah masa itu selesai, WOW…life is so complicated, full of problem inside. Hidup akan terasa complicated kalau kita menghadapinya dengan cara yang complicated pula. Tapi, kalau kita menghadapi hidup yang complicated ini dengan easy dipastikan hidup yang tadinya complicated akan menjadi easy.
Pembawaan “menjalani hidup yang easy going” memang tidak dimiliki oleh semua orang.  Mungkin beberapa di antara kita pasti ada yang mempunyai pembawaan yang sepertinya berat untuk menjalani hidup ini. Kira-kira aku ini masuk yang mana ya? Easy going atau yang hard going ya? Sepertinya yang hard going dech!!! Tapi dengan ini, tidak lantas membuatku berkutat dengan ke-hard going-anku. Ini adalah pembacaan ulang atas diriku yang mungkin kadang so hard to run this life.
Hush…the more I see the more I know about this life.
Hujan, tetesan air dari langit akibat proses kondensasi jatuh di bumi Indonesia berkisar antara bulan Desember sampai Agustus. Di musim itu hampir tiap hari mendung, dan berpotensi untuk hujan. Kadang hujan rintik kadang pula hujan lebat dengan angin ribut. Di saat itu kupandangi langit, kupandangi jatuhnya hujan, kupandangi tanaman-tanaman yang basah oleh hujan. Suatu nuansa yang tidak pernah kulewatkan begitu saja.
Aku tidak mengerti kenapa aku begitu bersuka cita saat hujan datang, bukan karena tidak tahan dengan hawa panas musim kemarau. Tapi lebih dari itu, nuansa yang ada sangat menyejukkan hatiku. Hujan seakan-akan meluruhkan penat di dadaku. Kadang kuulurkan tangan ku di depan pintu rumah (kebetulan setelah pintu rumahku langsung space yang bebas), dan tetes-tetes air hujan menetes di tanganku yang dingin.
“ye..ye.., koyoke udane suwi iki, aku tambah seneng”. Terdengar riak tawa bocah-bocah kecil hujan-hujanan yang kebetulan lewat di depan rumahku.
“ternyata, hujan ini juga membawa kebahagiaan tersendiri bagi bocah-bocah kecil itu”, ujarku dalam hati dalam hati. Tentunya, mereka sama sekali belum memikirkan tentang what life is and what is  life for.
Hujan benar-benar menawarkan guyuran kesejukan bagi jiwa-jiwa yang sedang dahaga. Arghhh….mungkin ini deskripsi makna hujan yang terlalu berlebihan. Tapi, memang begitu adanya. Hujan telah memberiku banyak nilai-nilai filosofi dan inspirasi.
..Cobalah Untuk Merasakan Indahnya Hujan, Pesan Yang Ingin Disampaikan Oleh Butiran-Butiran Air Hasil Peristiwa Kondensasi Itu. Cobalah Untuk Meresapi Lebih Dalam Apa Yang Dibawanya..
Pernah suatu ketika, waktu SMA kelas 2 aku diajak oleh paman dan bibiku ke Purworejo, sebuah kota kecil di sebelah barat Jogjakarta. Aku menjumpai pemandangan yang luar biasa, sebuah pelangi yang muncul begitu saja di langit yang masih dingin oleh hujan. Ya..sama dengan lagu anak-anak di kala TK. merah, kuning, hijau di langit yang biru. Seperti sesuatu yang membingkai langit dengan indahnya. Lagi-lagi seperti lagu anak TK . “pelukismu aku, siapa gerangan?”. Pekikku dalam hati sambil berjalan dengan saudara-saudaraku menyusuri sungai kecil berbatu yang lebih pasnya disebut dengan parit besar.
Juga perjalanan pulangku dari Borobubur Magelang ke Malioboro Jogja, begitu hening dengan rintik-rintik hujan yang cantik. Kulihat indahnya suasana indah itu di balik kaca jendela kendaraan yang aku naiki. Bukit Menoreh (tempat candi Borobudur itu berada) itu kian lama kian jauh saja dari pandanganku. Tak terasa air mataku jatuh begitu saja..(Magelang, September 5  2007) hmm.. the condition really support me to drop my tears.
Seindah Hujan, Seindah Pula Pelangi Setelahnya. Seindah Jugakah Hidupmu, Kawan?
Life Is So Beautiful If You Want To Make It Beautiful.
Beautiful Life Not Means No Problem Inside. Justru, Life Is So Beautiful With The Problem Inside.
Share you story about rain here..bagi ceritamu di sini tentang hujan
( Fin

9 Responses to “BIARLAH HUJAN TURUN DAN MELURUHKAN SEMUA PENATMU”


  1. 1 akafuji Februari 13, 2008 pukul 5:49 am

    * Mas Arest + Mas Peyek * : ditunggu komennya yawh!!

  2. 2 akafuji Februari 13, 2008 pukul 5:51 am

    * Pak Sawali * : ditunggu komennya jg!!

  3. 3 Sawali Tuhusetya Februari 13, 2008 pukul 9:11 am

    walah, bu nisya pakek teriak2 segala, hiks, tanpa diteriaki aku pasti ke blog bu nisya, hehehehe😆 agaknya bu nisya punya kesan yang sama terhadap hujan dengan saya, yak! hehehehehe😆 Yup, hujan mampu membangkitkan suasana dan atmosfer lingkungan yang bikin kedamaiam dan ketenteraman menyusup lewat posri=pori hingga mauk ke sumsum tulang. “adrenalin” menulis pun terpacu ketika bau tanah akibat hujan menusuk hidung. hujan adalah berkah, meski seringkali berdampak banjir. *halah*

  4. 4 agus rest Februari 13, 2008 pukul 7:45 pm

    Komen opo yohhh *Lirik2 mas peyek aja ahh, ga enak ngedahuluin yg lbh …..:mrgreen: *

  5. 5 peyek Februari 15, 2008 pukul 1:32 pm

    saking kangennya.. kadang saya sering menatap tetesannya sampai butiran terakhir, life so strange!, banyak kejutan, dan kadang kita seperti baru tersadar, ternyata kita hanyalah bagian dari ke-ngerian peradaban manusia.

  6. 6 bedh Februari 16, 2008 pukul 4:03 pm

    huhuhu
    saya jatuh cinta dengan hujan😀

  7. 7 mybenjeng Februari 19, 2008 pukul 2:04 am

    hari-hari ini banyak hujan di sini.
    cukup penatku hilang, tapi kadang hujannya bikin kedinginan.🙂
    well, nikmati ajah biar hidup lebih easy going…

  8. 8 mybenjeng Februari 19, 2008 pukul 2:05 am

    hari-hari ini banyak hujan di sini.
    penatku hilang, tapi kadang hujannya bikin kedinginan.🙂
    well, nikmati ajah biar hidup lebih easy going…

  9. 9 Arif Budiman Februari 19, 2008 pukul 11:06 am

    Komen saya nggak ditunggu nih…😥
    *Kabur…*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Indonesian Muslim Blogger
Catatan Sawali Tuhusetya

Akafuji Supports In

Gudang karya

Bukan Hitungan Weton

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Pengunjungku

  • 81,042 Click

Klik klik teruuss...

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: