..Our First Time Call..


Kring..kring.. handphoneku berbunyi, setelah kulihat ternyata ada panggilan. “siapa ya?, kok gak ada nama empunya nomer”, gumamku dalam hati.

Setelah 1 panggilan yang kuabaikan, akhirnya kuangkat juga, aku pikir itu temanku yang mungkin ganti nomer dan langsung menghubungiku. Maklum anak kuliah, biar lebih irit lebih baik beli perdana saja dari pada isi ulang.  Harga isi ulang bener-bener melambung.

“Hallo, ini siapa ya? Kok tadi telpon ke nomer handphone ku”, tanyanya nyerocos aja.

“Ini orang siapa ya?, kok langsung spontan tanya aku siapa, lha wong sekarang ini dia yang telfon duluan”, pikirku dalam hati.

“ Lho mas, ini siapa kok telpon ke handphone ku, aku nggak telpon mas nya kok, lagian aku juga gak kenal sama situ”, jawabku dengan nada ketus

“Lho aku juga gak kenal sama situ, tapi tolong dilihat lagi ya, pasti kamu tadi  telpon aku, kalo aku kenal sama kamu, pasti aku gak akan tanya siapa kamu”’ timpalnya gak kalah ketus.

“Dasar orang aneh, suka nuduh orang lain salah sambung”, teriakku dalam hati. Bagaimana tidak kesal, aku yang dari tadi gelisah komat kamit baca doa untuk menghadapi dosenku yang te o pe be ge te kalau menjudge karya mahasiswanya, eeh belum ketemu dosenku sudah mendapat kopi pahit dari orang salah sambung yang super duper aneh. Tak ayal, esmosiku pun tak terbendung.

 “Terserah mas dech ! !, yang jelas bukan aku yang telpon Mas, maaf ya Mas, aku  lagi bimbingan skripsi di ruang dosen”, bentakku sambil langsung mematikan handphone tanpa ba bi bu lagi.

***

Beberapa jam kemudian aku kirim sms ke orang aneh itu yang isinya

“sory mas, tdi pgi mmg ada pnggilan kluar dr hpku, mmg sih tujuanny q nmr hpnya  mas, tapi aku g tau sapa yg pake. Salam kenal ya. Nisya”

Itu kukirimkan karena setelah aku cek call historiku, memang ada panggilan keluar dengan tujuan nomer aneh itu. Tapi aku samasekali tidak merasa menghubungi nomer orang aneh itu. Apa mungkin teman-temanku yang pake ya? Soalnya handphoneku lagi isi pulsa penuh dan sudah pindah tangan ke mereka-mereka, tanpa aku tahu itu. Sudahlah, apapun itu aku tidak tau dan tidak mau tau, dan tidak perduli, yang jelas aku sudah jelaskan kekeliruan ini dan sudah minta maaf untuk segala keketusanku tadi pagi. Jadi kesalahanku ke orang aneh tadi menjadi zero.

Mungkin dalam hati orang aneh itu terus bertanya, siapa yang telpon tadi. Nisya ini temannya siapa? Dia memang sempat bilang di telfonnya, kalau nomer yang dia punya itu baru beli. Segelnya saja belum dibuka. Dan yang tahu nomer ini cuma satu orang saja. Jadi, sangat tidak mungkin ada kasus salah sambung kayak gini.

“Aku ini juga serba salah, aku bener-bener tidak merasa menelfon nomer orang aneh tadi. Ahh…itu pasti kerjaan teman-temanku. Biasa, suka godain nomer orang”, gumamku membesarkan hatiku sendiri.

***

Adzan Maghrib dengan lantang masuk ke telingaku, menggetarkan gendang telingaku, yang juga menggetarkan hatiku untuk menepati janjiku untuk menyembahNYA. Tiba-tiba saja, ”kring…kring..”, dering telfonku. Sengaja memang kubuat nada dering yang mirip suara telfon rumahan, aku gak suka nada dering yang rame. Jadi kupilih saja dering yang klasik kayak gini.

“Hallo”, suara lirihku menyapa orang aneh itu.

“Hallo, Nisya ya?”, sahutnya bersemangat.

“iya bener, ini yang telepon aku tadi siang ya?, kok tadi telpon gak kasih tau namanya situ siapa, main nyerocos aja”, tanyaku tanpa terpotong.

“ee…udah terima smsku tadi kan?, bener aku gak tau siapa yang pake handphoneku, tapi ya memang ada nomer kamu!”, tambahku tanpa sela.

“oh iya aku lupa kasih tau siapa namaku, namaku Johan, aku pingin tanya siapa yang pinjem handphone kamu buat telpon aku?”, timpalnya gak kalah serius.

 “mana aku tau mas, tadi pagi temen-temen kuliahku main ke rumah, apa perlu aku sebutkan satu persatu namanya?”, jawabku membenahi.

“nggak perlu kok, aku cuma mau tanya, ada nggak yang namanya Arum? Karena Cuma dia yang tau nomer baruku”, tanyanya pelan.

“iya ada. Jadi mas yang namanya Yugo ya? Dia tadi seingatku mau pinjam handphone buat telpon temannya yang namanya Yugo”, kataku sambil minum air putih yang ada di kamarku.

“Iya aku Yugo, dia kasih tau ke kamu nggak soal temannya dosen di Malang?”, jawabnya sambil pelan-pelan menyebutkan namanya.

“Oh Yugo ya nama kamu, tapi kok tadi ngakunya Johan ya? dia nggak kasih tau apa-apa soal temannya yang di Malang”, selorohku sambil tersenyum.

“Lalu, Johan itu siapa?”, tanyaku dalam hati.

“Iya maaf dech, maklum aku lagi keadaan johan, jadi ngaku aja namanya Johan, lagian belum tentu kan situ pake nama asli”, kilahnya.

“Namaku Nisya mas, ngapain sih aku bohong. Eh, Johan itu maksudnya apa? Aku nggak ngerti”, tanyaku memberanikan diri.

Huakakaka (tertawa lepas mendengar kata tanya yang sangat polos)

“Aduh, Yugo kalo tertawa mirip butho ijo ketemu sama mangsanya” sergahku gak kalah seru.

“Johan itu JOmblo HANcur, Nis.”, jawabnya datar.

“Oh…jomblo nih ceritanya”, kataku lirih.

 

fin

 

 

 

 

 

1 Response to “..Our First Time Call..”


  1. 1 Sawali Tuhusetya Januari 6, 2008 pukul 11:05 am

    kalo cerita masalah jomblo, aku tiarap, hehehehe😆 BTW, nomor HP bu nisya berapa, yak.
    *berlalu sambil garuk2 kepala, mau baca postingan nyang laen* halah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Indonesian Muslim Blogger
Catatan Sawali Tuhusetya

Akafuji Supports In

Gudang karya

Bukan Hitungan Weton

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pengunjungku

  • 81,042 Click

Klik klik teruuss...

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: