ME, MY NDUT, AND MY FLOWERS : PART II

3 bulan yang lalu aku sama ndutku sama-sama menanam bibit bunga adenium yang dibawanya di rumahku. Kita menanam 19 bibit adenium (dalam 19 pot kecil), aku berharap akan ada hasil yang baik dengan adenium-adenium itu. Setiap minggunya selalu kulihat perkembangan bunga adeniumku. Ada beberapa yang udah wassalam. Dan ada beberapa yang masih bisa bertahan hidup.

Selang beberapa minggu setelah penanaman itu, kita selalu melihat perkembangannya sama-sama. Ndutku melihat beberapa bibit yang kiranya masih bisa bertahan dengan sok seriusnya.

“Kok, koyoke bibite busuk ya?”, kata Ndutku sambil mengulak-alik biji adenium dalam pot.

“Wey, itu gak busuk Ndut!!”, selorohku ketus.

“Masak seh”, kilahnya gak begitu percaya dengan ucapanku.

“Ndut, jangan diulak-alik tah!, nanti mati” cerocosku semakin ketus.

Memang dari 19 biji adenium itu yang kira-kira masih bisa survive Cuma 6 pot saja, yang lainnya sudah collaps. Nah, di antara 6 pot tadi yang muncul kecambahnya cuma satu. Yang pot lainnya masih berupa biji yang kayaknya masih enggan untuk tumbuh. Aku tidak tahu kenapa dengan bibit-bibit itu, padahal sudah kutempatkan di tempat yang banyak sinar matahari.

Beberapa minggu kemudian, aku tetep setia pantau perkembangan bibit-bibit adeniumku itu. Tapi, kok gak ada perkembangan yang significant ya? Bibit-bibit yang lainnya masih enggan tumbuh juga, walau ada satu yang semakin subur saja. “yah, setidaknya di antara bibit-bibit ini masih ada yang bisa tumbuh”, gumamku dalam hati.

Setiap kali kuadukan nasib perkembangan bibit-bibit adeniumku ke Ndutku, selalu jawaban konyol yang kuterima darinya, padahal aku tanyanya sangat sangat serius.

“Itu, masih mending bisa tumbuh satu lho!, kan setiap minggunya masih ketemu sama orang Gresik”, kelakarnya setelah ku ungkapkan keluhku.

“Bisa saja lho, semua bibit-bibit adeniummu mati gara-gara orang Gresik ini gak main ke rumahmu”, tambahnya yang semakin membuatku geram saja.

“Ahh…kamu ini ah, mana ada hubungan antara perkembanagn adenium dengan orang Gresik?, balasku menimpali.

“Lha jelas ada tho? Kan semua bibit adenium yang unggul dari kotaku, Greece alias Gresik”, jawabnya simpul.

“Alahhh….gaya tok, narsis kok terus!!”, bantahku judes.

“Dasar, narsis kok terus-terusan”, tambahku semakin sengit.

Memang sih ada satu daerah di Gresik yang menjadi sentra tanaman yang sampai saat ini masih jadi primadona penggemar bunga itu, tapi yang pasti sama sekali tidak ada hubungan antara tingkat pertumbuhan bibit adenium dengan warga Gresik sendiri

“Yah, begitulah Ndutku, selalu ada fresh humour di saat aku sedang sedikit suntuk, at least semua joke dia bisa membuatku kembali fresh untuk tidak ikut-ikutan collaps seperti nasib bibit adeniumku itu.

Suatu hari aku Tanya ke dia tentang bibit-bibit adeniumku

“Ndut, dulu kayaknya pernah kamu mengutak-atik salah satu bibit adenium dalam pot, iya ta?”, tanyaku mengorek info.

“Iya”, jawabnya lirih.

“Trus, waktu itu bibitnya kamu masukkan lagi dalam pot?”, tanyaku semakin gencar.

“Kayake, kubuang, soale bibite busuk”, jawabnya tanpa dosa.

“Ya ALLah Ndut, iku gak busuk, itu memang seperti itu, kulit bijinya mengelupas soale mau tumbuh kecambahe!”, kataku menjudesinya.

“Oo…aku pikir!!”, jawabnya singkat.

“Ck..ck..ck..xxxyyy,&^@#!*?><`~]{|_^”, langsung saja jurus cerewetku beraksi.

“Iya, iya aku salah”, belanya, seakan tau kesalahan yang sudah diperbuatnya ke bibit-bibit adeniumku.

**Wah, ternyata ndutku yang bikin ulah…**

Sampai saat ini bibit adeniumku yang bisa survive cuma satu pot saja, akan aku rawat dengan baik dan kutunjukkan pada Ndutku kalau aku cukup bisa merawat bunga sampai bunga itu besar dan berbunga.

(habis)

2 Responses to “ME, MY NDUT, AND MY FLOWERS : PART II”


  1. 1 bedh Januari 6, 2008 pukul 10:02 am

    wah kamu mesti sabar sekali yah….
    dari 19 bibit yang survive cuma 1? ck…ck…ck…
    tetap semangat yah….
    hhuhuhu

  2. 2 Sawali Tuhusetya Januari 6, 2008 pukul 11:00 am

    Ndutku, tuh nama orang ya, Bu Nisya. *halah* BTW Bu Nisaya seneng juga yang nanem pepohonan. praktik langsung kepada para murid bagaimana cara melestarikan alam yang sesungguhnya. *salut3x*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Indonesian Muslim Blogger
Catatan Sawali Tuhusetya

Akafuji Supports In

Gudang karya

Bukan Hitungan Weton

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pengunjungku

  • 81,042 Click

Klik klik teruuss...

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: