Tahun Baru ala Jepang

Akemashite omedetou gozaimasu

Selamat tahun baru

Minasama ni okaremashite ha yoi toshi o o mukae no koto to zonjimasu

Semoga tahun baru ini menjadi tahun yang baik untuk kamu semua

Ganjitsu atau Gantan (tanggal 1 Januari, hari pertama dalam satu tahun) dirayakan sebagai hari raya tahun baru, hal ini tak ubahnya di negara matahari terbit, Jepang. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan oleh masyarakat Jepang saat itu. Seperti halnya kegiatan yang dilakukan di negara kita. Namun ada yang sedikit berbeda, pada 3 hari pertama awal tahun yang disebut shougatsu, masyarakat Jepang pada umumnya tidak melakukan pekerjaan di kantor, mereka cuti bersama. Selama 3 hari berturut-turut, mereka melakukan banyak aktivitas di antaranya mengunjungi kuil-kuil Shinto, mengunjungi teman dan kerabat dengan memakai kimono indah berwarna-warni. Pada tahun baru itu, mereka melewatkan hari dengan menikmati arak sake, dan makanan khusus tahun baru yang disebut osechi ryouri (akan dijelaskan lebih lanjut) dan kue mochi (akan dijelaskan lebih lanjut). Di depan rumah dipajang hiasan potongan pohon pinus san 3 bambu runcing dalam sebuah pot. Hiasan ini disebut kadomatsu (akan dijelaskan lebih lanjut). Selain aktivitas di atas, dalam 3 hari libur tersebut mereka melakukan permainan tradisional seperti bulu tangkis tapi raketnya terbuat dari kayu dan diberi hiasan.

Eigo de (dalam bahasa Inggris)

Shougatsu, literally translated, means the month of January, new year’s day is called gantan, or ganjitsu. Generally shougatsu means to most people the first three consecutive days of January. Most Japanese people think of shougatsu as being very important because january is the opening month of a new year. The Japanese tend to consider each year as an independent unit.

A new year begins with hope and joy. During the new year’s season, the Japanese try to behave in an exemplary manner, not getting involved in fights or speaking ill of others. they believe that the spirit of seiousness decides their future in the new year. During three days, they don’t cook or wash or even clean the house. The Japanese eat osechi dishes, special food that is prepared during the last few days of December. Housewife also make themselves comfortable during the new year’s season. Relatives, friend and acquaintances exchange visits.

Shougatsu secara literatur dapat diartikan sebagai bulan januari, dan tahun baru itu sendiri disebut gantan atau ganjitsu. Secara umum tahun baru di jepang dirayakan selam 3 hari berturut-turut. Mereka berfikir, tahun baru begitu penting karena januari adalah awal bulan dari suatu tahun. Masyarakat Jepang beranggapan jika setiap tahun mempunyai keberuntungan sendiri-sendiri. Suatu tahun baru diawali dengan dengan semangat penuh harapan dan kegembiraan. Selama tahun baru masyarakat Jepang berusaha untuk berperilaku yang baik, tidak terlibat dalam suatu hal-hal yang buruk seperti berkelahi atau mengggunjing orang lain. Mereka juga percaya keseriusan mereka dalam peringatan tahun baru itu akan menentukan masa depan meeka nantinya. Selama perayaan tahun baru, masyarakat Jepang tidak disibukkan denagn memasak, mencuci dan membersihkan rumah, hal ini sangat menguntungkan bagi ibu rumah tangga. Mereka juga menyantap apa yan dinamakan osechi, sebuah hidangan khusus tahun baru yang telah mereka persiapkan pada akhir Desember menjelang perayaan tahun baru tersebut tak lupa mereka saling mengunjungi sanak famili, teman dan kenalan.

nihongo de (dalam bahasa Jepang)..

oshougatsu tu iu no wa moji tori ni wa ichi gatsu o imi shimasu. Ichi gatsu ichi nichi no koto o(ganjitsu) mata wa (gantan) to yobimasu. Ippan ni wa shougatsu to ieba toki ni ichi gatsu no saikin o mikkan no koto o imasu. Atarashii toshi no kadoide toshite nihonjin wa shougatsu o toki ni taisetsu ni omotteimasu. Atarashii toshi wa kibou to yorokobi to tomo ni hajimarimasu. Kono aida wa toki ni kenka ya warukuchi o tsutsushimi, rippa ni fuumai outoshimasu. Koo sanganichi wa suji, sentaku, haku mo shimasen. Kurare ni tsukutte iota osechi ryouri nado o tabemasu. Oshougatsu ni wa shufu mo yukkuri kutsurogimasu. Shinrui ya yuujin, chijindoushide nenshimawari o shimasu.

4 Responses to “Tahun Baru ala Jepang”


  1. 1 mia Februari 22, 2008 pukul 5:30 am

    ilove japanessss muaccccccchhhh…….!!!!!^_^

  2. 3 Klinik Aborsi September 10, 2015 pukul 3:50 am

    Hey, I think your blog might be having browser compatibility issues.

    When I look at your blog site in Safari, it looks
    fine but when opening in Internet Explorer, it has
    some overlapping. I just wanted to give you a quick heads up!
    Other then that, excellent blog!


  1. 1 Tahun Baru Ala Jepang | funbowie Lacak balik pada Januari 8, 2013 pukul 2:48 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Indonesian Muslim Blogger
Catatan Sawali Tuhusetya

Akafuji Supports In

Gudang karya

Bukan Hitungan Weton

Desember 2007
S S R K J S M
    Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pengunjungku

  • 81,042 Click

Klik klik teruuss...

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: