ISLAM, KEKAYAAN DAN INTELEKTUALITAS

Agama islam mengajarkan umatnya untuk menjadi orang kaya dan pintar. Tapi kalo kita udah kaya dan pintar,brani gak kita jadi orang kaya yang ber taqwa? Untuk menjalankan kewajiban kita beragama memang ada yang harus memerlukan modal materi dan otak. Ada sebagaian kewajiban bagi umat muslim untuk menjalankan ibadahnya aja harus punya modal yang gak sedikit. Contohnya gak usah jauh-jauh, kita-kita orang Indonesia berangkat haji aja per orang di kenakan biaya kurang lebihnya 27.000.000,00,itu hanya biaya perjalanan saja. Belum biaya untuk makan keluarga dirumah, beli souvenir untuk oleh-oleh kerabat, ditambah lagi berkurban di arab ataupun Indonesia. Kalo kita kaya, pengeluaran seperti itu mungkin gak ada artinya, banyak warga Negara Indonesia yang beragama islam, udah bisa berangkat haji lebih dari 3X bahkan ditambah lagi dengan ibadah umroh, berangkat satu keluarga juga.hmm…jadi pingin aku. Mungkin sebagaian dari kita menganggap hal itu sangat sulit, banyak alasan yang dipakai, seperti :

  1. belum ada biaya.
  2. ada biaya, tapi buat biaya sekolah anak.(maklum anak 10 masih sekolah semua)
  3. belum siap karena alasan umur masih muda (khusus haji). (mungkin mereka takut ga bisa nikmatin yang haram). Masih muda masih banyak godaan.

Dari semua alasan diatas, menurut penulis, semua ada solusinya.

  1. kalo kita pintar dan bisa jadi employe of the year, kita akan diberangkatkan haji oleh instansi tempat kita bekerja. (Haji ABIDIN), kalo kita wiraswasta kita bisa diberangkatkan haji sama bank tempat kita pinjam modal, “lho kok bisa?”ya iyalah,kan kita debitur terbaik yang gak pernah telat bayar kredit.
  2. anak sampai sepuluh,masih sekolah semua. Ya wajarlah, di Negara kita kan ada pepatah banyak anak banyak rejeki. Masalah biaya sekolah anak bisa di kurangi, tapi dengan sarat anak itu harus pintar nabung untuk kemandirianya, itung itung bantu kurangin pengeluaran sekolah ortu untuk anaknya. Apa lagi anak-anak itu cerdas, kan pasti dapat beasiswa dari pemerintah ataupun swasta. Jadi pengeluaran untuk biaya sekolah udah berkurang kan,bisa buat nabung ongkos berangkat haji. “ayo bapak-bapak,ibu-ibu suruh anaknya sadar belajar untuk masa depanya”
  3. alasan nomer 3 itu alasan kok aneh ya,tapi aku sering dengar alasan itu. Kalo menurutku alasan itu sangat tidak rasioanal, kita yang berangkat haji walaupun masih muda belia menginjak dewasa dan baru tumbuh rambut bawah perutnya gak masalah!!!! Kalo kita berangkat haji, kita harus kudu bisa menjadi orang muslim taat beragama menjalankan ajaran islam dan mengamalkanya. Dan terpenting bisa menjadi contoh teladan bagi orang disekitar kita,gak hanya dapat title haji ato haja saja. Walaupun kita masih haji muda, jangan takut tegur orang yang lebih tua bila tindakanya melanggar agama. Harus di hapus kebiasaan yang muda yang gak dipercaya, ato yang tua yang selalu minta dihormati, dihargai, dituruti karena merasa lebih berpengalaman absolute segalanya dia yang paling pintar. Eit..pak e, buk e, kita ini manusia biasa yang pasti ada salahnya, gak salah kan kalo yang muda mengingatkan yang tua. Kita harus bisa jadi yang muda yang smart, yang muda yang bertakwa.

1 Response to “ISLAM, KEKAYAAN DAN INTELEKTUALITAS”


  1. 1 peyek Desember 21, 2007 pukul 2:14 am

    lho katanya ibadah itu jangan dibuat susah?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Indonesian Muslim Blogger
Catatan Sawali Tuhusetya

Akafuji Supports In

Gudang karya

Bukan Hitungan Weton

Desember 2007
S S R K J S M
    Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pengunjungku

  • 81,042 Click

Klik klik teruuss...

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: