Wahai orang yang lembut hatinya…
Telah lama aku mengecap pahit
Kelam oleh penderitaan
Aku tidak ada siapapun
Kecuali ALLAH azza wa jalla di hatiku
Dan (saat itu) kau sungguh datang dengan cahaya
Menyinari hatiku yang tidak berpengharapan
Memberi kasih di saat aku terluka
Menjernihkan fikirku di saat emosiku berkecamuk
Tapi, kini kau telah pergi
Membawa segala cahaya yang kau punyai
Tanpa meninggalkan sedikitpun cahaya di hatiku
Haruku menyertai pergimu
Salam tulusku untukmu…
Dari yang selalu merindukan cahayamu…






wah, suratnya mengharukan banget, bu nisya. kira2 ditujukan buat siapa, yak? *jadi ge-er* dinamika hidup manusia itu memang banyak likunya, bu. *sok tahu* semuanya menjadi rahasia Tuhan agar hamba-hamba-Nya senantiasa ingat kepada-Nya. yakinlah suatu ketika bu nisaya pasti akan menemukan cahaya itu kembali. semangth, bu nisya!
@ sawali: i am ok now…god bless me always, whereever i am.
ceile….keren… !!!
jadi ditinggal tanpa pesan? wah… kalo bahasa saya, kurang ajar namanya hehehe…
siapa ya kira2????? perlu kesabaran yang lebih deh kyknya karun99oni.
slm knl,
Semangat!! jangan bersedih!! senyum,,,,,,,,,
semoga cahaya itu kau dapatkan kembali…
love will find the way……
cahaya tak pernah benar-benar hilang seluruhnya mba, selama masih tersisa harapan esok,sebab harapan adalah cahaya yang paling kuat diantara yang lain.
Kehilangan cahaya? minta saja pada pemilik cahaya,
cahaya diatas cahaya
Memang jadi sedikit ada yang kurang pas ya. Menyadari tiada sesiapapun kecuali Yang Maha Esa tapi saat mendadak kehilangan cahaya (yang tentu saja tidak ada apa-apanya) bisa membuat serapuh itu.
Betul itu, cahaya diatas cahaya, tak mungkin berhenti bercahaya. Kalo aya cahaya aya mah memang bakalan hilang yes?
mudah-mudahan semua yang ibu cita-citakan tercapai tergantung ikhtiarnya ibu kepada sang pencipta
kono mune ni
allahumma yaa muqollibal quluub, tsabbit quluubana ‘alaa diinik.
Wahai orang yang lembut hatinya…
Telah lama aku mengecap pahit
Kelam oleh penderitaan
Aku tidak ada siapapun
Kecuali ALLAH azza wa jalla di hatiku
Dan (saat itu) kau sungguh datang dengan cahaya
Menyinari hatiku yang tidak berpengharapan
Memberi kasih di saat aku terluka
Menjernihkan fikirku di saat emosiku berkecamuk
Tapi, kini kau telah pergi
Membawa segala cahaya yang kau punyai
Tanpa meninggalkan sedikitpun cahaya di hatiku
Haruku menyertai pergimu
Salam tulusku untukmu…
Dari yang selalu merindukan cahayamu…