Gresik kota telaga

Gresik, kota kecil yang berbatasan dengan Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan. Kota kecil yang juga memiliki nama lain kota santri, kota industri, kota pudak, sego krawu, kota puanasss!!!. Di kota ini banyak sekali telaga buatan bekas galian bahan tambang pabrik semen, telaga yang sengaja dibuat oleh Sunan Giri (telaga pegat), juga telaga yang terbentuk dengan sendirinya. Pada umumnya masyarakat Gresik masih memanfaatkan telaga hanya untuk memancing, MCK, mencuci kendaraan, bahkan dump truck pun tak segan-segan ikut berendam untuk dimandikan sang sopir. Alangkah baiknya bila telaga di kota Gresik dimanfaatkan sebagai tempat wisata alam, rekreasi keluarga, pemancingan, dan olah raga air. Memang sudah ada telaga yang diperuntukkan untuk itu (telaga ngipik). Ada yang bilang, kalo telogo dowo (belakang perum GKA) itu bukitnya indah bila musim hujan, karena pada musim itu tumbuhan hijau mulai bersemi. Tapi sayang, mungkin nasib telogo dowo tidak akan lama, karena setahu saya ( baca Koran, kalo gak salah Koran Jawa Pos, tanggal, bulan dan tahun lupa) telogo dowo akan diuruk sang penggali (Semen Gresik). Padahal kalo menurut saya, alangkah baiknya bila telogo dowo dimanfaatkan untuk cadangan air bersih, tempat budidaya air tawar (lumayan buat nambah isi saku warga sekitar), mancing, dan Jangan lupa disekitarnya dibuat hutan kota (masak Cuma gunung hoolywood aja yang di ijo royo-royokan), ato juga yang lebih heboh, dibangun Cottage di sekitar telogo dowo, gandeng tuh developer asli Gresik. Pasti para develop akan kesengsem dengan lahan itu “ kan ada telaganya, Hijau hutan kota, dengan view bukit kapur yang gak kalah dengan grand Canyon”. Gresik juga punya waduk yang cukup luas (waduk bunder), sementara ini hanya dimanfaatkan untuk budidaya ikan dan penampungan air hujan. Memang ada rencana besar dari PEMKAB Gresik untuk menambahi fungsi waduk itu menjadi tempat wisata dan olah raga air. Bahkan sebagaian dari waduk itu telah di uruk untuk dijadikan pusat olah raga kabupaten Gresik. Akan tetapi rencana itu terbentur dengan rencana PEMPROV JATIM yang tetap ingin menjadikan waduk bunder seperti fungsi aslinya. Padahal PEMKAB Gresik telah mengeluarkan banyak biaya untuk pengurukan, yang kurang lebihnya Rp 2.000.000.000,00. Menurut saya, akan lebih baik bila waduk bunder itu diserahkan saja kepada PEMKAB Gresik untuk mengelolahnya. Toh waduk itu bisa dikembangkan dan dikelola PEMKAB Gresik menjadi waduk yang banyak memberi nilai manfaat. Keuntungan bila dikelola sendiri oleh PEMKAB Gresik antara lain : Bisa mengubah fungsi waduk itu menjadi lebih tepat (sudah mengerti tentang lingkungan sekitar), dengan dibukanya wisata air di waduk bunder, secara langsung akan mengurangi tingkat pengangguran, menambah koleksi tempat wisata kabupaten Gresik, serta meningkatkan PAD Gresik. Yo’opo wong Gresik ! ! ! ! , Ayo dukung PEMKAB Gresik untuk mengambil alih hak pengelolahan waduk bunder.

# Sepurane sin akeh, aku njopok gambar gak ijin disek nang kene

11 Tanggapan ke “Gresik kota telaga”


  1. 1 mybenjeng Desember 20, 2007 pukul 2:37 am

    kalo programnya bagus, harus kita dukung cak….
    kalo waduk bunder kurang besar, di benjeng kadang2 menjadi waduk lho, he2… (banjir)

  2. 2 agus rest Desember 20, 2007 pukul 3:35 pm

    Yahhh kayak ga tau model birokrasi di indo ajah… tp,…EGP…yg penting ngopi jalan trus cakk….keep the spirit 4 the better gresik :)

  3. 3 reeyo Desember 20, 2007 pukul 7:16 pm

    Ayo dukung PEMKAB Gresik untuk mengambil alih hak pengelolahan waduk bunder.

    nek terus dikuasai terus di jual buat ruko piye hahaha
    nek aku yo setuju cak, biar wisata ngGresik gak dari makam ke makam tok

  4. 4 peyek Desember 21, 2007 pukul 2:11 am

    Padahal PEMKAB Gresik telah mengeluarkan banyak biaya untuk pengurukan, yang kurang lebihnya Rp 2.000.000.000,00. Menurut saya, akan lebih baik bila waduk bunder itu diserahkan saja kepada PEMKAB Gresik untuk mengelolahnya

    ada data valid yang bisa dijadikan referensi?

  5. 5 tony Desember 21, 2007 pukul 2:19 am

    tentu dalam pelaksanaannya perlu diawasi, asal pengelolaan itu dilakukan secara transparan, bukankah hal seperti ini rawan penyimpangan?

  6. 6 Arif Budiman Desember 29, 2007 pukul 12:29 am

    Ye… di tempatku juga ada telaga, dulunya digunakan mandi, mencuci dan minum masyarakat desa sendiri, dan juga masyarakat sekitar desa. Namun sekarang hanya menjadi “tambak sewaan” karena air bersih sudah disuplai dari pompa milik salah dua penduduk (yang lain tinggal mbayar)… Nggak tahu bagaimana nasibnya nanti… karena semakin hari airnya semakin sat…

  7. 7 akafuji Desember 29, 2007 pukul 10:29 am

    @ benjeng:itu waduk dadakan cak..

    @ arest: iyo, engko bengi ngopi bareng..

    @ peyek: di jawa pos, tgl-bln-thn lupa.

    @ tony: kyknya km bisa jadi tim yang bagian ngawasi itu.

    @ arif budiman: tempat nya dmn cak? masak telaga desa disewakan tnp ada kompensasi.

  8. 8 Arif Budiman Januari 15, 2008 pukul 10:01 pm

    Tempatnya? ya di desaku dong…
    Kompensasi? Ada, masuk kantongnya kas desa…
    Tapi sekarang sudah normal lagi kok, jadi tempat mandi lagi… :lol:

  9. 9 wong gresik asli Juli 2, 2008 pukul 7:44 am

    ayooo………………wong Gresik,dukung PEMKAB Gresik!
    supoyo telogo karo waduk nang Gresik iso dibenahi dadi tempat wisata sing apik.oke….
    tapi PEMKAB Gresik yo kudu buktekno……

  10. 10 Rusa Bawean Maret 5, 2009 pukul 11:30 am

    saya ikut dukung mas
    demi kemajuan Gresik kota Santri

  11. 11 harjojok September 24, 2009 pukul 2:38 am

    saya sangat mendukung dengan mempontesikan waduk dan telaga sebagai asset pemkab gresik dengan harapan secara ekonomi dapat digalih untuk mensejaterahkan masyarakat setempat dan sebagai tempat wisata rekreatif untuk warga yang penting semua benar dan trasparan ..ok


Tinggalkan Balasan




Indonesian Muslim Blogger
Catatan Sawali Tuhusetya

a

Akafuji Supports In

Gudang karya

Bukan Hitungan Weton

Desember 2007
S S R K J S M
    Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pengunjungku

  • 14,347 Click

Klik klik teruuss...