Me, My Ndut and My Flowers
Enggak banyak sih bunga yang ada di rumahku, Cuma beberapa, jenisnya juga tidak begitu macam-macam apalagi bunga yang ku punya bukan bunga-bunga yang sedang naik daun seperti jenis -jenis anthurium yang dimiliki penghobi bunga beneran. Sejatinya aku mempunyai hobi kecil ini karena aku suka kalau rumah terlihat seimbang antara bangunan fisik dengan hijau-hijau di sekitar rumah. Walaupun aku berfikir kalau apa yang kulakukan ini belum menunjukkan balance antara bangunan fisik rumah dengan tanaman atau bunga yang ada.
Aku beruntung sekali hobi kecilku ini didukung banget oleh Yugo (my bab), dia banyak memberi ide bagaimana cara yang baik untuk merawat bunga, walau dia tidak pernah tejun lansung membantuku, dia lebih pantas disebut sebagai pengawas, haha…, gimana enggak disebut pengawas lha wong dia datang ke rumah dia Cuma bilang “kalau ini kayaknya kurang ini, trus kayaknya itu kurang itu”. Hmm……
Pernah sekali waktu dia datang dengan membawakan ku bibit bunga adenium pesananku, yang katanya Bibit adenium jawara kontes “Huakakaka, kebiasaan si ndut, seneng nggombal”, iya tah!! Ini biji adenium dari adenium jawara kontes? tanyaku. Enggak kok,ini dari teman ibuku, jawabnya sambil memilah-milah biji bunga adenium yang sekilas seperti kusam karena warna coklat lapuk.
Yuuk tak antar beli tanah pupuknya, katanya semangat. Dia memang paham benar kalau aku suka menanam bunga, apalagi kalau mulai dari bibit, makanya dia nggak merasa keberatan untuk mengantarkan aku. Dia memang cukup pengertian dalam hal ini, soal bunga maksudku. Ha…..Ha….. Ha……
Ayo, ndut bantu angkat tanahnya! Abot iki!, gerutuku udah nggak sabar ingin segera membuka dan menaruhnya sedikit demi sedikit di gelas-gelas aqua, tempat yang kujadikan media untuk menanam bibit adenium, Sebelumnya aku udah beli pot sih, cuman terlalu besar untuk sekedar memanam bibit. Ndut jangan rokokan terus tah, ayo bantu aku!! Jadi pengawas kok terus sih!!, bentakku lirih, mungkin karena tandukku udah muncul akhirnya dia turun tangan juga. Gini opo’o jadi kamu biar tau gimana repotnya menanam bunga yang masih bibit, kamu kan bisanya cuma mengkritik caraku menanam.
“Ndut, kalo nanam seng niat opo’o!! ojo km delep delep no ae biji adenium e, isok-isok gak kena sinar!”, perintah ku kejam. ”Iyo-iyo nis, ngomel ae rek!”, jawabnya ketus. “kurang po maneh iki?”’ tambahnya. “kurang niat kamu, aku lho udah sepenuh hati berkotor-kotor dengan tanah” jawab ku gak kalah ketus. Ya memang begitu gendutku kalo diperintah, selalu ada aja alasan, dan selalu dia yang menang di akhir cerita. Tapi ya gimana lagi, itu memang kebiasaan kita kalo mau memulai suatu aktivitas. Kalo sudah gitu, ya aku yang harus legowo. memang pacar yang super duper triple cerewet dan sak karepe dewe plus gak mau diatur dengan dalih apapun. Fiuhh….!! Innalloha ma’asshoobirin.
#gambar di ambil dari






pelihara wae… ular ijo, katak ijo dan satu yang mantap butho ijo!!!
gimana ya? memang aku itu suka yang ijo2. including to daun muda ijo, kan itu masih fresh (from the oven), ha ha ha…
Seneng ijo ijo. . . Hahaha. . . Aku senengnya cuma tulip aja. . . Hehe